3 Jenis Kesenian Tradisional Khas Sunda

Terkecuali budayanya, orang-orang Sunda juga populer kaya keseniannya. Nama Sunda datang dari “su” artinya baik serta nda yaitu kalimat penyambung/khiasan. Orang-orang Sunda yang populer dengan ramah tamahnya memiliki beragam histori yang membuahkan beragam kesenian tradisional. Orang-orangnya juga dipercaya mempunyai ciri-ciri yang baik serta ramah.

Sesuai sama semboyannya Someah Hade ka Semah artinya begitu ramah pada tamu. Budaya orang Sunda memanglah populer begitu ramah, murah senyum, lemah-lebut, periang, mereka juga begitu menghormati orang yang lebih tua, beberapa hal seperti itu telah di ajarkan mulai sejak mereka duduk di bangku SD. Cuma saja berbaurnya orang-orang luar, bikin budaya bercampur. Kebiasaan istiadat orang-orang Sunda perlahan-lahan memudar.

Walaupun demikian, nyatanya kesenian tradisional Sunda masihlah dilestarikan. Banyak kesenian Sunda yang tetaplah dibudidayakan sampai saat ini. Kesenian apa sajakah ya?

Tersebut disini Kesenian Tradisional Khas Sunda :

1. Wayang Golek
Wayang golek serupa dengan wayang kulit ya. Namun 2 type wayang ini nyatanya tidak sama bentuk lho. Wayang tersebut memiliki kandungan arti boneka tiruan manusia yang terbuat dari pahatan kayu atau kulit. Nah, saat ini tau kan ketidaksamaan wayang kulit serta wayang golek. Dalam pertunjukan wayang golek, sang dalang senantiasa memakai bhs daerahnya.

Tanda-tanda kesenian wayang yaitu senantiasa memerlukan pertolongan Dalang yakni sebutan untuk orang yang mengatur beberapa wayang. 1 dalang dapat memainkan 4-10 ciri-ciri wayang. Tetapi sayang, dengan ciri-ciri nada yang tidak sama dari setiap ciri-ciri wayang, bikin kesenian ini semakin sepi. Nada yang berubah-rubah bikin profesi dalang sedikit yang berminat. Tak putus harapan di sini, nyatanya ada perkumpulan untuk beberapa orang yang menginginkan belajar jadi dalang lho namanya Yayasan Citra Dangiang Seni. Anda penggemar seni sunda? Lestarikan budaya sunda. Bila bukanlah kita, siapa lagi?

2. Tari Jaipongan
Jaipongan yaitu type tarian traidisional Sunda, tepatnya dari Karawang. Lahir dari tangan kreatif H. Suanda pada th. 1976. Tarian Jaipongan yaitu kombinasi dari seni lain seperti pencak silat, topeng banjet, ketuk tilu, wayang golek dan sebagainya. Tarian ini begitu cepat mengembangnya, musiknya juga diiringi oleh degung, ketuk, rebab, gendang, kecrek, sinden, serta goong. Pas ya, tari tradisional iringan musiknya juga tradisional, bajunya juga memakai baju tradisional Sunda yang terbagi dalam sampur, apok serta sinjang. Umumnya penari berlenggak lenggok ikuti instrumen musiknya. Walaupun terdengar mudah, sesungguhnya tarian ini lebih sulit lantaran memerlukan kelenturan badan.

3. Degung
Seperti yang pernah dibicarakan pada artikel terlebih dulu mengenai alat musik tradisional Bandung, Degung jadi alat tradisional Bandung yang telah populer di penjuru Indonesia. Degung pertama kalinya di buat oleh H. J Oosting mulai sejak 1879. Di ambil dari bhs belanda “De Gong” artinya gamelan. Alat musik ini semakin ramai sampai saat ini serta mengundang banyak peminat seni.

Bila didengar bunyinya sih, dapat menemani musik dangdut, Jaipongan, menemani Sinden, dan sebagainya. Terkesan tradisional, namun ini lhooo jati diri kesenian Sunda.

Speak Your Mind

*