5 Jenis Kesenian Tradisional di Jawa Barat

kesenian

Angklung
Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambukhusus yangditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika mulaipenggunaannyaangklung masih sebatas kepentingan kesenian lokal atau tradisional

Degung
Sebuah kesenian sunda yang biasanya dimainkan pada acarahajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai alat pengiring / pengantar.Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Baratyaitu, Gendang, Goong, Kempul, Saron, Bonang, Kacapi, Suling, Rebab, dansebagainya.

Degung merupakan salah satu kesenian yang paling populer di JawaBarat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatanyang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakansebagai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Baratlainnya. Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya

Kuda renggong
Kuda Renggong atau Kuda Depok adalah salah satu jenis kesenian helaran yangterdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Karawang. Cara penyajiannyayaitu, suka kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke ataspunggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut dihias seperti seorang raja atauSatria, bisa pula meniru pakaian para Dalem Baheula, memakai Bendo, takwa danpakai kain juga selop

Kecapi Suling
Sulingadalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainanalat musik tradisional yang terpadu suara alunan Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh Mamaos (tembang) Sunda yang membutuhkan cengkok / alunan tingkat tinggi khas Sunda, yang padaumumnya nyanyian atau Lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden. Kacapi suling ini biasanya digunakanuntuk mengiringi nyanyian sund

Rengkong
Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhurmasyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah Kabupaten Cianjur danorangyang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalah H. Sopjan. Bentukkesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sunda dahulu saat menanampadisampai dengan menemuinya.

Speak Your Mind

*