Beberapa Seniman Indonesia yang sangat kritis terhadap pemerintah

 

puisi-puisi

Dalam setiap perjalanannya, pemerintahan memang banyak mengahadapi berbagai permasalahan yang mungkin tak kunjung selesai. Dan hal itu juga membuat para pemerhati memberikan suaranya melalui kritik baik itu secara langsung ataupun sindiran. Dan tak tertinggal juga para seniman yang juga ternyata cukup kritis akan segala permasalah politik yang ada. Nah siapa saja seniman yang cukup kritis terhadap pemerintahan di Indonesia? ini dia :

  1. Taufik Ismail

Taufik ismail adalah seorang penyair dan juga sastrawan yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Juni 1935. Ia pernah mendapat gelar Datuk Panji Alam Khalifullah. Semasa kuliah ia adalah orang yang sangat aktif dalam berbagai organisasi. Dan karena itu pemikiranya pun sangat kritis. Dan saat masa itu pun ia pernah membuat sebuah puisi  yang mengkritisi pemerintah. “Kita adalah pemiik sah Republik ini merupakan puisi dari Taufik ismail yang mana memang mengkritik pemerintah yang tidak bisa mensejahterakan rakyat meskipun sudah merdeka. Puisi yang penuh dengan ironi dan sinisme ini adalah salah satu ungkapan yang di lontarkan oleh taufik ismail karena kinerja pemerintahan yang lamban.

  1. Willibrordus Surendra Broto Rendra (W.S. Rendra)

Siapa yang tidak kenal sosok W.S Rendra. Seorang yang sudah sangat terkenal sebagai penyair ini memang sangat kritis terhadap berbagai permasalahan yang muncul dalam negeri. Puisinya kerap mengkritk atau menyindir berbagai kinerja yang dirasa masih kurang cepat dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Pria yang pernah menikah 3 kali ini, pertama mengenal sastra saat ia kuliah di UGM. Ia sangat aktif dan sudah banyak membuat ratusan cerpen. Dan ia juga kerap memberikan sajak dan lagu.

Puisi Rendra berhasil dipublikasikan ke media massa untuk pertama kalinya di majalah Siasat pada 1952. Setelah itu puisi-puisinya lancar mengalir muncul di majalah lain, terutama majalah era 60-an dan 70-an, selain itu ia juga sering kali mengritik pemerintahan pada jaman itu karena masalah – masalah sosial dengan puisi dan sajak – sajaknya. Beberapa sajaknya yang terkenal sangat mengkritik adalah “Sajak Orang Kepanasan”, “Orang – Orang Miskin”,  dan “Sajak Sebatang Lisong”.

  1. Chairil AnwaR

Chairil anwar merupakan penyair tahun 45 yang mana sangat terkenal judul puisi nya yang berjudul “aku”. Berkat puisinya itu ia dijuluki dengan “si binatang jalang”. Puisi yang banyak di buat oleh Chairil Anwar ini adalah banyak yang bertemakan individualis, kematian, hingga ekstensialisme. Pengaruh Chairil Anwar memang sudah mulai terasa saat sajak “Aku” di buat pada saat tahun 1943, masa peralihan dari pemerintahan HIndia Belanda ke bala tentara Jepang. Pada kala itu, ia masih berusia 20 tahun. Dan hingga saat ini memang nama Chairil anwar masih sangat banyak dikenal.

Nah itu adalah beberapa contoh para seniman puisi yang mana memang sangat kritis terhadap pemerintah. Dan kerap memberikan kritik melalui puisi-puisi yang bermakna dalam.

Speak Your Mind

*